Tampilkan postingan dengan label Kemerdekaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kemerdekaan. Tampilkan semua postingan

9 Agustus 2013

Negara kita punya banyak mitos-mitos dari yang masuk di akal sampai di luar nalar. Namun, seiring berjalannya waktu, pemikiran manusia semakin modern, sehingga mitos-mitos yang ada ,sudah jarang yang percaya . Mari bahas yuk, mitos - mitos di Indonesia.

1. Ketimpa cicak artinya SIAL
Mitosnya adalah…
Kalau kita kejatuhan cicak, maka akan mendapat berbagai macam kesialam, seperti kecelakaan, bertengkar dengan anggota keluarga, rugi dalam keuangan, dan kesialan-kesialan lainnya

Faktanya…
Kalau dipikir-pikir yang di maksud “sial” adalah tertimpa cicak itu sendiri. Sial banget kan kalo kita udah ketimpa cicak? Apalagi sama kotorannya? iya kan?


2. Tidak boleh duduk di depan pintu
Mitosnya yaitu…
Menurut orang jaman dahulu, dilarang duduk di depan pintu, karena bisa disambar petir. Terutama para perempuan, selain disambar petir, bisa berat jodoh.

Faktanya….
Kalau orang duduk di depan pintu, otomatis akan menghalangi orang masuk ke dalam rumah. Yang dimaksud dengan petir itu adalah bentakan atau teguran. Sedangkan wanita, dulu itu belum ada celana jadi wanita pakai rok, sehingga kalau wanita duduk di depan pintu pasti akan terlihat… udah ngerti kan apa?

3. Malam hari jangan berdiri di bawah pohon, supaya tidak di bius setan
Mitosnya adalah…
Kalau kita berdiri di bawah pohon pada malam hari , kita bisa pingsan atau tertidur dengan sendirinya. Katanya sih penunggu di situ ga suka kalau kita gangguin rumahnya, makanya di bius.

Faktanya…
Sebenernya sih, orang pingsan dibawah pohon ga ada hubungannya sama di bius setan. Secara malam hari, pohon membutuhkan oksigen untuk bernafas dan manusia yang berdiri di bawah pohon juga butuh oksigen, jadi berebutan , terus manusianya kalah, jadinya pingsan deh.

 4. Tidak boleh menggunting kuku di malam hari
Mitosnya…
Para orang tua pada jaman dahulu, melarang anak-anaknya menggunting malam hari, takut ada “ yang iseng” mungkin nyenggol atau menjatuhkan, sehingga bisa melukai diri sendiri.

Faktanya…
Mitos ini ada sebelum adanya listrik, jadi orang tua pasti takut kalau anak-anaknya terluka. Tapi kalo sekarang kan sudah ada listrik, jadi ga masalah.


Demikian penjelesan beberapa mitos – mitos di Indonesia, unik kan Indonesia?

Kemerdekaan. Saat di mana sebuah negara meraih hak kendali penuh atas seluruh wilayah bagian negaranya. Demi satu kata “Kemerdekaan”,  seluruh rakyat Indonesia harus menunggu waktu sekian lamanya, tetapi menunggu tidak akan membuahkan hasil apabila tidak disertai oleh perjuangan.
Perjuangan Rakyat Indonesia mencapai klimaksnya pada tanggal 17 Agustus 1945 dengan dikumadangkannya 


  

Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Sejak itukah lahir Pancasila dan UUD 1945. Perjalanan sejarah Indonesia telah mengalami banyak ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan berupa pemberontakan yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa yang satu, yakni Indonesia.
Di tahun ini, kita memperingati HUT kemerdekaan RI  lagi pada tanggal 17 Agustus nanti. Itu berarti sudah lebih dari 66 tahun Indonesia merdeka. Telah bertahun-tahun kita mendengar kata merdeka, tapi tahukan kita arti kemerdekaan sesungguhnya? Bagaimana cara kita menanggapi kemerdekaan?
            Mari kita mengingat, bagaimana para pahlawan kita telah berjuang dengan mempertaruhkan jiwa, raga dan hartanya demi tercapainya kemerdekaan Indonesia. Dan berkat kegigihan mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan, sekarang kita tinggal menikmati kemerdekaan.
            Sekarang, setelah kita terlepas dari para penjajah, apa yang harus kita lakukan? Kita dapat melakukan hal yang sangat mudah yaitu dengan meneladani sikap dan mental para pahlawan yang telah gugur mendahului kita yang karena usaha dan daya juang mereka yang begitu tinggi, negara kita yang tercinta ini sekarang bisa merdeka, misalnya dengan cara yang paling konkret bagi kita sebagai pelajar yaitu mengisi kemerdekaan dengan belajar dan berlatih dengan rajin dan tekun. Agar bangsa Indonesia lebih dihargai di mata dunia. Selain itu, kita juga harus memperbaiki moral anak muda yang menurun akibat terkikis oleh pengaruh budaya barat dan arus globalisasi. Dalam menghadapi arus globalisasi, banyak remaja yang tidak dapat mengontrol diri. Sudah terlalu banyak contoh yang sudah tidak perlu diperdebatkan lagi. Tapi kita harus memperbaikinya. Kita sebagai rakyat Indonesia  yang terkenal ramah harus menjaga tradisi kita agar tetap menjadi ciri khas bangsa kita. Jangan sampai kita kehilangan tata krama dan sopan santun yang senantiasa harus kita jaga sebagai bangsa timur.
            Maka dari itu, marilah kita sebagai generasi muda dapat mengendalikan diri dalam menghadapi era globalisasi di negara yang merdeka ini. Kita harus siap menghadapi segala tantangan zaman yang semakin maju dimana teknologi semakin maju. Demikian pula dengan pemikiran kita yang juga harus maju. Setelah kita tak lagi melawan penjajah, sekarang kita berperang melawan era globalisasi yang tidak benar sehingga kita tidak terjerumus di arah yang salah
         Jadi selain memperingati HUT kemerdekaan RI dengan berbagai acara yang meriah, pesta kemerdekaan yang megah kita juga harus dapat memaknainya dengan perbuatan yang baik dan bermanfaat yang patut kita lakukan bagi kemajuan bangsa Indonesia.
Merdeka!